Untuk pertama kalinya, Masterchef Amerika Serikat diikuti oleh
kontestan tuna netra. Para juri pun terkagum-kagum dengan kelihaian
peserta spesial ini dalam menghasilkan hidangan lezat.
Christine Ha
(32 tahun), adalah wanita tuna netra asal Houston, Texas. Ia menderita
neuromyelitis optica, penyakit yang menyerang syaraf optik dan tulang
belakang. Pada 1999 matanya buta sebelah, kemudian Christine tak lagi
bisa melihat pada tahun 2007.
Christine adalah kandidat Master of Fine Arts di University of Houston.
Meski tak pernah serius belajar memasak, ia senang menciptakan hidangan
lezat, disamping hobi lainnya yakni makan dan menulis blog. The Blind Cook, blog yang ia buat dengan bantuan suaminya, sukses menarik banyak penggemar.
Berdasarkan berita yang dilansir Daily Mail,
tahun lalu kru Masterchef membujuk Christine untuk ikut casting setelah
melihat blognya. "Mereka mendengar bahwa saya bisa memasak dan punya
kisah menarik," ujar Christine.
Saat memasuki ruang audisi,
Christine membuat para juri terkejut karena berjalan dengan tongkat,
ditemani suaminya. Ia pun membuat 'Vietnamese Catfish with Pickled
Vegetables' sambil menjawab keheranan para juri tentang cara memasak
tanpa melihat.
"Saya harus lebih banyak mengandalkan indera lain
saat memasak, yakni indera perasa, pencium, dan peraba," katanya sambil
mengunyah bahan baku yang akan ia gunakan untuk mengenalinya.
Bagaimana
dengan penggunaan alat tajam seperti pisau? "Sejak kehilangan
penglihatan, saya pernah sekali terluka kecil karena pisau. Untungnya
saya cukup hati-hati dan punya teknik memotong yang tepat," tutur
Christine. "Yang penting harus terorganisir, hati-hati, dan menggunakan
indera lain," tambahnya.
Ketika Christine selesai memasak, para juri yang terdiri dari Gordon Ramsay, Joe Bastianich, dan Graham Elliot
mencicipi hidangannya. Mereka kagum akan aroma masakannya yang menggoda
dan rasanya yang lezat, sehingga ketiganya setuju meloloskan Christine
sebagai kontestan Masterchef.
Menurut Christine, ketiga
juri memperlakukannya sama seperti kontestan lain. "Mereka memberi tahu
apa yang salah dan benar pada masakan saya. Mereka memberikan kritik
membangun dan menilai dengan adil," ucap Christine.
Meski
demikian, Masterchef tetap memberikan asisten untuk membantu
mengambilkan barang yang ia butuhkan agar Christine tak terganggu dengan
batasan waktu.
Wanita berambut pendek ini mengaku terinspirasi
almarhumah ibunya dalam bidang kuliner. Ia sering membantu ibunya
memasak, namun dulu ia belum tertarik di bidang ini. Sang ibunda
meninggal dunia saat Christine berusia 14 tahun, jadi ia belum sempat
mengajarkan anaknya memasak.
"Jadi, selama bertahun-tahun saya mencoba menghidupkan kembali ingatan saya akan citarasa hidangan ibu," kenang Christine.
http://food.detik.com/read/2012/06/11/065352/1937587/294/kontestan-tuna-netra-masterchef-amerika-sukses-memukau-juri




Tidak ada komentar:
Posting Komentar